Kronologi Pasangan Mahasiswa Letakkan Bayi di Jalan Prambanan, Sempat Putar-putar Yogyakarta


TRIBUNjogja.com SLEMAN -- Satuan Reskrim Polres Sleman melakukan rekonstruksi atau reka ulang kejadian pembuangan bayi yang dilakukan oleh dua orang mahasiswa MS (20) dan AA (21), Senin (6/7/2020).

Reka ulang kejadian dilakukan di dua tempat yakni di Polres Sleman dan lokasi tempat bayi dibuang.

Kanit PPA Polres Sleman Iptu Bowo Susilo menjelaskan reka ulang pertama di Polres Sleman, di mana kedua tersangka memerankan 11 adegan.


"Diawali tersangka MS merasakan kontraksi kemudian menyampaikan ke tersangka AA. Kemudian AA memesan taksi online untuk mengantar MS ke rumah sakit yang ada di Semarang dan melahirkan di rumah sakit," ujarnya.

Ia melanjutkan, kedua tersangka sempat meninggalkan bayi itu selama satu hari, dan kembali membawa perlengkapan bayi seperti selimut, bantal dan perlak.

Reka ulang kedua dilanjutkan di lokasi dibuangnya bayi perempuan yakni di Jalan Prambanan-Piyungan KM 02, Dusun Gunungharjo, Prambanan.

Di lokasi kedua ini ada 10 adegan yang diperankan tersangka.

Bowo mengungkapkan, setelah mengambil bayi dari rumah sakit, kedua tersangka sempat berputar-putar di wilayah Yogyakarta.

"Terakhir, keduanya bersepakat meletakkan bayi di TKP ini. Alasannya karena keduanya masih mahasiswa, khawatir ketahuan kedua orang tuanya. Sehingga bayi itu diletakan di sini," terangnya.

Sementara itu penasihat hukum kedua tersangka, Ahmad Mustaqim yang turut hadir dalam reka ulang hari itu mengatakan bahwa kedua tersangka khilaf. Keduanya terlibat cekcok sebelum meninggalkan bayi.

Menurutnya, jika kedua tersangka berniat menelantarkan atau membuang bayi tersebut, maka tentunya identitas gelang bayi akan dibuang.

Sebagaimana diketahui, selain perlengkapan bayi, petugas juga menemukan barang bukti berupa gelang identitas bayi yang masih terpasang di pergelangan tangannya.


"Jadi tidak ada niat untuk membuang. Masih ada identitas bayi, perlak dan kelengkapan hingga akta bayi juga masih ada. Hanya karena panik mereka spontanitas meninggalkan bayi tersebut," ungkapnya.

Meski terjerat kasus, ia menyatakan bahwa keluarga kedua tersangka sudah menerima konsekuensinya dan menghargai proses hukum yang berjalan.

Namun demikian, kedua keluarga juga sudah menyetujui untuk menikahkan kedua tersangka.

Mustaqim dalam kesempatan itu juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menempuh jalur penangguhan tahanan.

Saat ini bayi tersebut diasuh oleh orang tua AA dan memerlukan ASI dari ibunya.

"Kondisi bayi sehat, lucu. Makanya kami juga mengajukan penangguhan penahanan bagi tersangka," katanya.

Tersangka AA memerankan adegan saat membuang anak kandungnya di Jalan Prambanan-Piyungan KM 02, Dusun Gunungharjo, Prambanan. (Tribunjogja/Santo Ari)

Mustaqim berkata bahwa bayi tersebut membutuhkan ASI. Selama MS menjalani masa penahanan, ia tidak bisa menyusui bayinya.

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan maupun psikologis si bayi.

"ASI adalah hak bayi. Pasal 128 UU No 36/2009 tentang kesehatan berbunyi setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan, kecuali atas indikasi medis," ujarnya.

Penasehat hukum berharap permohonan penangguhan penahanan bagi kedua tersangka bisa dikabulkan.

Ia dan kedua orangtua masing-masing tersangka siap menjadi penjamin, tak akan melarikan diri dan akan kooperatif dalam proses hukumnya.

Adapun kasus pembuangan bayi ini terungkap pada 14 Juni kemarin.

Bayi perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang remaja yang sedang berolahraga di sekitar lokasi kejadian pada sekitar pukul 06.15 WIB.

Polisi berhasil menangkap kedua tersangka pada 24 Juni kemarin.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 76b jo 77b, UU RI No.17/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI 23/2002 tentang perlindungan anak, dan pasal 308 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun. ( Tribunjogja.com | Santo Ari )


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kronologi Pasangan Mahasiswa Letakkan Bayi di Jalan Prambanan, Sempat Putar-putar Yogyakarta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel