Suami Jual Istri di Cianjur: Terima Fee, Cuma Nonton Sampai Ikut Main Bertiga


Pasangan suami istri di Cianjur terlibat dalam prostitusi online.

Sang suami berinisial EY (48) dan istrinya H (51) telah diamanan Jajaran Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat.

Dari pemeriksaan tersangka, polisi menemukan sejumlah fakta terkait dengan kasus prostitusi online tersebut.

Polisi telah menetapkan EY sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sementara istri tersangka, H (51) berstatus saksi korban.

Suami Ikut Main Bertiga


Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Anton menyebutkan, dalam prakteknya pasutri ini pernah beberapa kali berhubungan badan bersama pelanggan atau layanan threesome.

"Namun, kadang juga tersangka ini hanya menonton saat istrinya sedang melayani pelanggan," kata Anton kepada Kompas.com, Senin (20/7/2020).

Disebutkan, korban ditarif Rp 400.000 untuk sekali kencan.

Dari bayaran sebesar itu, tersangka mendapatkan fee sebesar Rp 100.000.

"Tersangka sudah 6 kali menjual istrinya sejak awal tahun ini. Motifnya desakan ekonomi. Tersangka tak lagi punya penghasilan sehingga istrinya yang dijajakan," ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan, penyidik masih mendalami pemeriksaan terhadap tersangka dan juga saksi korban.

"Meski ini dilakukan atas kesepakatan berdua. Namun, untuk saat ini status istrinya masih saksi korban," ucap Anton.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga mempekerjakan istrinya sebagai pekerja seks.

Pelaku inisial EY (48) menjajakan istrinya H (51) lewat aplikasi pesan MiChat dengan tarif Rp 400.000 sekali kencan.

Praktek prostitusi online ini terbongkar saat polisi mengamankan pelaku dan korban dari sebuah tempat di daerah Cibeber.

Dari tangan pelaku diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua buah telepon seluler, uang tunai sebesar Rp 400.000, dan dua bungkus kondom belum pakai.

Pelaku diancam pasal berlapis tentang Pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sempat Ikut Nonton


Selain praktik prostitusi tersebut dilakukan atas kesepakatan berdua, tersangka juga kadang ikut bermain saat istrinya sedang melayani pelanggan.

“Dari enam kali istrinya melayani pelanggan sejak awal tahun ini, tersangka mengaku sempat beberapa kali ikut main,” kata Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton kepada Kompas.com di halaman Mapolres Cianjur, Senin (20/7/2020).

Praktik threesome tersebut, sebut Anton, dilakukan atas kesepakatan bertiga, antara tersangka, korban atau istrinya, dan pelanggan.

“Namun, tersangka juga pernah hanya menonton, tidak ikut main,” ujar dia.

Disebutkan, tersangka sendiri diamankan bersama korban di sebuah kamar penginapan. "Tersangka mengantar istrinya untuk melayani pelanggan.

Saat kita amankan, diduga mereka akan berbuat itu juga (threesome) dengan calon pelanggannya," kata Anton.

Kondisi ekonomi keluarga yang sedang bermasalah membuat pasangan suami istri di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, gelap mata.

Adalah EY (48) dan H (51), pasutri asal Samolo, Karangtengah, Cianjur yang memutuskan terjun ke dunia prostitusi online berbasis aplikasi pesan MiChat.

EY sendiri kini meringkuk di sel tahanan Polres Cianjur sebagai tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sementara istrinya inisial H (51) berstatus saksi korban.

Prostitusi Online Diberi Tahu Teman

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Anton menyebutkan, tersangka mulai menjajakan istrinya sejak Januari 2020.

“Awalnya tersangka ini tidak tahu sama sekali soal aplikasi itu. Namun, diberitahu dan diajari salah seorang temannya,” kata Anton kepada Kompas.com, Senin (20/7/2020).

Selanjutnya, tersangka mulai menjajakan istrinya dengan memajang foto-foto korban di aplikasi perpesanan tersebut. Korban oleh tersangka dipatok tarif Rp 400.000 sekali kencan.

Dari setiap transaksi seksual yang terjadi, tersangka mendapatkan fee Rp100.000.

“Pengakuan tersangka, selama rentang enam bulan itu, ia sudah enam kali menjual istrinya. Tersangka juga pernah beberapa kali ikut serta (threesome),” ujar Anton.

Terbongkar Saat Razia

EY (48), warga Samolo Kabupaten Cianjur, Jawa Barat itu nekat menjual istrinya ke pria hidung belang via aplikasi online, MiChat.

Aksi EY terbongkar saat polisi melakukan razia di sebuah penginapan.

Sang istri yang berusia 51 tahun itu ditawarkan pelaku melalui aplikasi pesan singkat.

Saat polisi melakukan razia, pelaku dan korban diketahui sedang berada di dalam sebuah kamar.

Ketika diinterogasi petugas, mereka mengaku sebagai pasangan suami istri yang sedang menunggu pelanggan.

“Jika ada yang minat, kemudian berkomunikasi untuk transaksi. Selanjutnya korban dibawa pelaku ke penginapan untuk melayani pelanggan,” kata Perwira Urusan Humas Polres Cianjur Ipda Ade Novi Dwiharyanto saat dihubungi Kompas.com via telepon seluler, Sabtu (18/7/2020).

Tarif Rp 400 Ribu

Dari pemeriksaan yang dilakukan, pelaku menjual istrinya itu kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 400.000.

Ironisnya lagi, dari setiap transaksi yang dilakukan itu pelaku masih memotongnya sebesar Rp 100.000.

Sehingga uang yang diterima istrinya hanya Rp 300.000.

“Dari setiap transaksi, pelaku meminta fee atau mendapatkan keuntungan sebesar Rp100 ribu,” ujar Ade.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya dua ponsel, uang tunai Rp 400.000, dan dua alat kontrasepsi.

Atas perbuatan yang dilakukan, pelaku diancam pasal berlapis tentang Pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Temuan Kondom

Perwira Urusan Humas Polres Cianjur Ipda Ade Novi Dwiharyanto mengatakan, praktek protitusi online itu terbongkar saat polisi mengamankan pelaku dan korban di sebuah penginapan.

“Dari tangan pelaku diamankan sejumlah barang bukti, dua buah telepon seluler, uang tunai sebesar Rp 400 ribu dan dua bungkus kondom belum pakai,” kata Ade saat dihubungi Kompas.com via telepon seluler, Sabtu (18/7/2020).

"Pengakuan keduanya, mereka merupakan pasangan suami istri," sebut dia.

Lebih lanjut dikatakan Ade, pelaku mempromosikan istrinya dengan cara mengunggah foto-foto korban lewat aplikasi pesan MiChat.

“Jika ada yang minat, kemudian berkomunikasi untuk transaksi. Selanjutnya korban dibawa pelaku ke penginapan untuk melayani pelanggan,” katanya.

Potongan 100 Ribu

Pelaku sendiri membanderol istrinya yang berusia 51 tahun itu seharga Rp 400 ribu untuk sekali kencan.

“Dari setiap transaksi, pelaku meminta fee atau mendapatkan keuntungan sebesar Rp100 ribu,” ujar Ade.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diancam pasal berlapis tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau pasal 296 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Suami Jual Istri di Cianjur, Diajari Teman Pakai Aplikasi untuk Jalankan Prostitusi Online", .

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jual Istri ke Pria Hidung Belang, Pria Ini Mengaku Kadang Ikut Main "Threesome"", .

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi: Layanan "Threesome" di Cianjur, Libatkan Wanita Setengah Abad", 

Sumber : https://jakarta.tribunnews.com/2020/07/21/suami-jual-istri-di-cianjur-terima-fee-cuma-nonton-sampai-ikut-main-bertiga?page=4

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Suami Jual Istri di Cianjur: Terima Fee, Cuma Nonton Sampai Ikut Main Bertiga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel