Tonton Film Porno, Ardiansyah Tak Kuasa Menahan Hasrat, Nekat Perkosa dan Bunuh Guru SD


TRIBUNBATAM.id, SUMSEL - Ardiansyah (18) tak kuasa menahan hasrat setelah menonton film porno.

Pemuda itu berusaha memperkosa Efriza Yuniar alias Yuyun (50), seorang guru SD.

Bahkan Ardiansyah nekat membunuh Yuyun.

Untungnya tak  butuh waktu lama Tim Puma Polres Banyuasin, untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap guru SD Negeri 11 Muara Telang ini.

Awalnya Efriza Yuniar (50 tahun) ditemukan tewas dalam kondisi telanjang dan tubuhnya terikat tali berada di dalam ember bak plastik.

Jasad Yuyun, nama panggilan mendiang Yuniar, pertama kali ditemukan oleh rekannya bernama Solehah, yang merupakan rekan sesama guru di SDN 11 Muara Telang.

 Menurut Solehah, sudah tiga hari korban tak mengajar ke sekolah.
"Sejak hari Selasa lalu absen mengajar. Ditelepon juga handphone-nya tidak aktif," kata Solehah saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Kamis (9/7/2020) malam.


Di saat yang sama, saudara laki-laki korban bernama M. Gani menghubungi Solehah.

Ia menanyakan keberadaan Yuyun yang tak dapat dihubungi salaman beberapa hari terakhir.

"Adiknya dia (korban) tanya di mana kakaknya, saya jawab tidak tahu. Akhirnya kami inisiatif datang ke rumah korban," ujar Solehah.

Solehah bersama suaminya, Jamaluddin, mendatangi rumah Yuyun pada Kamis pagi pukul 08.00.

Pasangan suami istri ini mendapati rumah dalam keadaan terkunci.

Pasangan suami-istri ini lalu mengetuk pintu rumah hingga beberapa kali, namun tak ada respon.

Solehah lalu menemukan kunci rumah di bawah meja di teras rumah korban.

"Kami udah gedor-gedor pintu rumahnya tapi gak ada sahutan. Akhirnya kami buka pintu itu pakai kunci dan kami masuk," kata Solehah.

Pasutri ini heran karena tak ada seorang pun di dalam rumah.

Solehah mengaku firasatnya mulai tak bagus. Ia kemudian mencari korban hingga ke bagian belakang rumah.

Betapa terkejutnya Solehah karena saat ia masuk kamar mandi, korban sudah tak bernyawa dalam keadaan tanpa busana, berada dalam ember besar.

"Saya kaget sekali. Saya panggil suami kalo korban sudah meninggal. Suami lebih kaget lagi saat lihat jasad korban," ungkap Solehah.

Menurut Solehah, saat ditemukan, jasad Yuyun lehernya dijerat tali, kedua tangan terikat dan mulut disumpal ikat rambut.

Kedua saksi mata yang pertama kali menemukan jasad korban lalu melapor ke perangkat desa dan ke pihak kepolisian.

Solehah juga memberi tahu Gani bahwa saudara perempuannya telah meninggal dunia.

Solehah mengaku masih tak percaya dengan kematian korban.

Mendiang Yuyun, kata Solehah, menjadi guru sejak 20 tahun lalu. Sejak tujuh tahun lalu, korban yang tak memiliki anak ini berpisah dengan suaminya.

"Kalau cerai setahu saya tidak. Tapi korban sudah tidak mau lagi bersama suamiku karena pernah mengalami KDRT," ungkap Solehah.

Di mata Solehah dan rekan-rekan sesama guru, korban dikenal sosok yang baik dan mudah bergaul.

Korban juga dikenal tak sungkan mengulurkan bantuan bagi siapapun yang membutuhkan pertolongannya.

"Dulu kalau sedang ada hajatan, pokoknya Yuyun yang menyelesaikan semua, bantu-bantu, totalitas dia. Di sekolahan juga sama, dia sangat bertanggung jawab dengan pekerjaan," beber Solehah.

Sementara Gani, saudara laki-laki korban tampak tegar saat menyaksikan jasad korban masuk ke ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara pada Kamis malam pukul 20.00.

Ia berharap polisi dapat mengungkap kematian salah satu anggota keluarganya itu.

"Kami hanya menyerahkan ini kepada pihak berwajib. Kalau memang benar kakak saya dibunuh, nyawa dibayar nyawa itu balasan setimpal," kata Gani sambil menitikkan air mata.

Rencananya, korban akan dimakamkan di TPU Kandang Kawat pada Jumat (10/7/2020) siang.

Terpisah, Kapolres Banyuasin, AKBP Danny Sianipar mengungkapkan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh temannya pada Kamis siang.

"Saat itu, tubuh korban dalam kondisi telanjang, tangan dan kaki terikat tali rafia, serta tubuhnya dimasukkan dalam ember bak plastik berukuran sekitar 60 sentimeter," kata Danny kepada wartawan.

Dilanjutkannya, Kasat Reskrim Polres Banyuasin dan Kapolsek Muara Telang Telang saat ini sudah berada di lokasi untuk melakukan proses identifikasi.

"Polisi juga melakukan pencarian bukti-bukti dan menginterogasi saksi di sekitar rumah korban," ujar Danny.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kata Danny, korban diketahui sebagai guru SD, statusnya janda tanpa anak.

Petugas pun sudah menghubungi pihak keluarga korban yang berada di Palembang.

Selain itu, jenazah korban juga akan dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk di autopsi atas seizin pihak keluarga.

“Ada empat sanksi yang saat ini masih dimintai keterangannya,” katanya.

Selain dugaan kasus pembunuhan, lanjut Danny, kasus ini juga mengarah ke tindak pemerkosaan.

Namun, dirinya belum dapat menyimpulkan motif tindak pembunuhan ini.

“Kasus ini masih kita dalami agar dapat segera mengungkap pelaku serta motif yang dilakukannya,” katanya.

Pelaku ditangkap

Pembunuh guru SD Negeri 11 Muara Telang yaitu Efriza Yuniar alias Yuyun (50) akhirnya ditangkap.

Tidak butuh waktu lama Tim Puma Polres Banyuasin, untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap guru SD Negeri 11 Muara Telang ini

Tersangka pembunuhan guru SD di Muara Telang ini adalah Ardiansyah (18) warga Jalur V Marga Rahayu Marga Telang Kabupaten Banyuasin.

Pada saat ditangkap oleh tim puma tersangka tidak melakukan perlawanan.

"Tersangka ini hendak keluar dari rumahnya Jalur V Rt 16 Rw 1 Desa Margarahayu Kecamatan Muara Telang Banyuasin, dan ketika dilakukan penggeledahan didapati HP milik korban merk Vivo dan Nokia terdapat dalam saku celananya," kata Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Ginanjar SIk.

Saat diamankan, tersangka langsung mengakui bahwa dirinya memang melakukan perbuatannya telah membunuh Korban.

Lantaran ingin melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Berdasarkan pengakuan tersangka kepada tim Puma, pelaku setelah menonton film dewasa (porno) langsung menuju ke rumah korban.

"Dari hasil keterangan tersangka bahwa tersangka sering mengintip korban pada saat korban mandi," kata Kapolres.

Tersangka kemudian masuk rumah korban dan menunggu korban di samping kulkas dekat kamar mandi.

Setelah Korban keluar dari kamar mandi, korban kemudian dicekik lehernya dengan menggunakan kedua tangan lalu pingsan.

Tersangka kemudian membawa korban ke ruang tamu, lalu korban diperkosa diruang tamu.

Mengetahui korban berontak dan teriak meminta tolong, tersangka kemudian menyumpal mulut korban dengan menggunakan ikat rambut yang terbuat dari kain.

Tak sampai disitu saja, tersangka juga mengikat leher korban dengan menggunakan sabuk warna coklat dan charger HP serta mengikat tangan korban dengan menggunakan tali rapia untuk memastikan bahwa korban sudah meninggal dunia.

Setelah korban tak bernyawa, meninggal korban diseret oleh tersangka menggunakan sprei dan dimasukkan ke dalam ember warna hijau dan diikat sprei tersebut dengan menggunakan tali rapia.

Setelah melakukan pembunuhan, lalu tersangka keluar melalui pintu depan rumah korban dan mengunci rumah korban dari luar.

Kemudian anak kunci tersebut diselipkan dari bawah pintu.

Untuk motifnya, jelas AKBP Danny, tersangka memperkosa korban dikarenakan sebelumnya tersangka sudah menonton film dewasa (konten porno).

Tersangka kemudian panik karena korban berontak dan akhirnya dibunuh dengan cara dicekik dan diikat.

Dari penangkapan tersangka diamankan, barang bukti yakni, 1 hp merk Nokia, 1 hp merk Vivo, ember warna hijau, 1 charger Hp warna putih, 1 buah ikat rambut, 1 buah ikat pinggang coklat, 1 buah celana coklat tersangka, dan 1 buah Baju warna hitam adidas, serta tersangka diamankan di Mapolres Banyuasin.(*)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tonton Film Porno, Ardiansyah Tak Kuasa Menahan Hasrat, Nekat Perkosa dan Bunuh Guru SD"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel