Cuti Hamil dan Cuti Haid Tak Hilang di UU Cipta Kerja, Ini Penjelasannya


BANDUNG - Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja sudah disahkan DPR menjadi undang-undang pada Senin (5/10/2020) hari ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun menjamin RUU Cipta Kerja tersebut tidak akan menghilangkan hak cuti haid dan cuti hamil yang diatur dalam UU Ketenagakerjaan. ( hak cuti haid dan cuti hamil masih ada di UU Cipta Kerja )

Selain itu, mekanisme pemutusan hubungan kerja (PHK) juga tetap mengikuti persyaratan yang diatur dalam UU yang sudah ada.

"Mekanisme PHK juga tetap mengikuti persyaratan yang diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Selain itu, RUU Cipta Kerja tidak menghilangkan hak cuti haid dan cuti hamil yang telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan," jelas Airlangga ketika memberikan paparan seusai pengesahan RUU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020).

Di dalam UU Cipta Kerja, pasal mengenai hak cuti pekerja tertuang dalam pasal 79 Bab Ketenagakerjaan.

Namun demikian, tidak ada klausul dalam beleid tersebut yang menjelaskan mengenai cuti haid atau melahirkan.

Di dalam pasal 79 ayat (1) draft RUU tersebut dijelaskan, pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cuti Hamil dan Cuti Haid Tak Hilang di UU Cipta Kerja, Ini Penjelasannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel