Suami Sujud di Kaki Melihatku Hampir Mati Berdarah Saat Melahirkan

 


Jakarta - Kesabaran menghadapi suami membuahkan hasil manis dalam pernikahan. Siapa sangka, laki-laki yang kukenal egois dan semaunya sendiri, berubah total setelah melihatku melahirkan.

Menikahi anak tunggal menjadi ujian kesabaran sendiri bagiku. Ya, suami terbiasa dimanja oleh ibu dan ayah mertua sepanjang hidupnya. Pendekatan singkat sebelum menikah, membuat aku tak begitu mengenal karakternya lebih jauh.

Apalagi saat menikah, dia terlihat manis dan pengertian. Sehingga aku luluh menerima pinangannya, setelah 4 bulan kenal. Setelah menikah pun, aku rela pisah rumah dengan orang tua dan mengikutinya merantau sebuah kabupaten di Kalimantan Timur.

Pekerjaannya lumayan mapan, sehingga membuat kehidupan kami tercukupi. Namun, kebiasannya hura-hura terbawa meskipun sudah menikah. Setelah sebulan menikah, ia mulai sering keluyuran setelah pulang kantor.

Nongkrong di kafe, hingga karaoke menjadi kebiasaannya bersama teman-temannya. Tak jarang, ia pulang tengah malam dengan bau rokok bercampur minuman.

Sebagai istri, aku sudah mencoba memintanya untuk betah di rumah. Apalagi sebagai pendatang baru, aku tidak punya kenalan di tempat kami tinggal. Oh ya, Bunda, kami tinggal di perumahan yang disediakan perusahaan suami yang masih terisi sedikit keluarga.

Jarak antara rumah satu dengan lainnya yang sudah terisi bisa sampai 200-300 meter. Bisa dibayangkan kalau malam sepinya bagaimana, kan? Apalagi kalau kelaparan, aku susah untuk mencari makanan. Jangan dibayangkan semudah di kota besar yang bisa langsung pesan makanan di ojek online ya.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Suami Sujud di Kaki Melihatku Hampir Mati Berdarah Saat Melahirkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel