Polisi Di Riau Ini Nekat Jual Perhiasan Istri Untuk Renovasi Sekolah

Bripka Ralon Manurung membangun sebuah sekolah dasar di Dusun Sialang Harapan.Dusun Sialang merupakan salah satu permukiman terpencil di Desa Batu Sasak, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Pria kelahiran Siantar, 14 Januari 1983 ini merasa tepanggil untuk mendirikan sekolah bagi anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil.

"Saya pagi itu sedang membantu masyarakat menyeberang jalan di depan Kantor Gubernur Riau. Saat itu ada sekelompok orang yang sedang meminta sumbangan untuk membangun sekolah," kata Ralon.

Saat itu dia berbincang dengan dengan sekelompok orang, lalu berkenalan dengan seorang pria bernama Riko.Saat pertemuan itu baru diketahui bahwa Riko kenal dengan istri Ralon, Maria Farida Naibaho (30).Istri Ralon ternyata satu kampus dengan istri Riko.

"Dan rupanya mereka juga sudah komunikasi sebelumnya soal bangun sekolah marjinal itu," ujar Ralon.

Sepulang dari bertugas, Ralon kaget melihat orang sudah ramai berkumpul di rumahnya.

"Rupanya Riko dan teman-temannya datang ke rumah bertemu istri saya membicarakan soal pembangunan sekolah marjinal di Dusun Sialang Harapan," ujar Ralon.

Karena sudah punya pengalaman masa sulit bersekolah, Ralon bertekad untuk membantu membangun sekolah di Dusun Sialang Harapan.Ralon dan istri akhirnya berembuk dan sepakat untuk membantu membangun sekolah dasar.Sekolah dasar itu sudah ada sejak tahun 2006, yang berada di bawah naungan SD Negeri 010 di Desa Batu Sasak.

Namun, dari tahun ke tahun bangunan sekolah yang terbuat dari kayu semakin rusak dan tidak layak digunakan.Untuk membangun gedung sekolah secara permanen, Ralon menghabiskan uang sekitar Rp 14,5 juta. Sekolah yang dibangun memiliki dua ruangan belajar.

Namun, untuk berbuat kebaikan ini, Ralon terpaksa menjual perhiasan istrinya.Karena dengan mengandalkan gajinya saja tidak cukup untuk membangun sekolah.

"Awalnya uang kami terkumpul Rp12,5 juta, ternyata masih kurang Rp 2 juta lagi. Akhirnya istri saya setuju jual perhiasannya," cerita bapak dua anak ini.

Sekolah dibangun dua ruang. Pembangunan hanya memakan waktu dua pekan.

"Saya bertemu dengan tokoh masyarakat di sana, mereka sangat membantu. Jadi saya yang tanggung dana, mereka yang bekerja. Tukang renovasi rumah saya juga saya suruh bantu dulu buat sekolah itu," kata Ralon.

Ralon sudah dua kali datang ke Dusun Sialang Harapan untuk melihat sekolah yang didirikannya.Untuk menuju lokasi, harus menempuh jarak lebih kurang 12 jam dari Lipat Kain, ibu kota Kecamatan Kampar Kiri.

Ralon merasa bersyukur sekolah untuk anak-anak Dusun Sialang Harapan sudah selesai dibangun.Sehingga anak-anak dapat belajar dengan nyaman.Kini, di sekolah itu memiliki 18 murid dan dua guru.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Polisi Di Riau Ini Nekat Jual Perhiasan Istri Untuk Renovasi Sekolah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel